January 20 2017 0

Tiga Kesalahan Umum Netizen soal Password

Jum’at, 20 Januari 2017diskominfo.kuburayakab.go.id - Ternyata, pengguna internet di seluruh dunia masih belum memahami bagaimana…

Most Popular

July 07 2015 91765

Bidang Postel Kubu Raya adakan buka bersama

Bidang Pos dan Telekomunikasi Kabupaten Kubu Raya terus melaksanakan pembinaan bagi masyarakat untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam penyebaran informasi. Melalui Kelompok Informasi Masyarakt (KIM) yang…
Custom Adv 1

Senin, 14 November 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Perkembangan informasi yang begitu pesat tidak menutup kemungkinan menjadi peluang kejahatan siber dan masalah penipuan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih, maka hal itu dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem untuk melakukan perekrutan.

“Sekarang grup ekstremis juga menggunakan sosial media untuk merekrut dan (melakukan) propaganda. Situs website jadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi,” kata Retno Marsudi di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis, 10 November 2016.

Karena itu, di depan para anggota Interpol, Retno meminta agar dapat bekerja sama yang baik dalam memberantas kejahatan trans-nasional tersebut. “Interpol harus bisa memfasilitasi kerja sama lebih erat antar penegak hukum,” katanya.

Tentunya, kata Retno, Indonesia siap bekerja sama dengan para anggota Interpol dalam penanganan kejahatan terorisme.

Sebelumnya, sebuah survei dari perusahaan keamanan Trend Micro menunjukkan, teroris kerap berkomunikasi di dunia maya. Di antara platform yang digunakan tidak hanya email tapi juga media sosial. Bahkan rekrutmen kerap dilakukan oleh para teroris melalui media sosial, website, pesan instan, sampai surat elektronik.

Dalam surveinya, Trend Micro menganalisa sekitar 2.300 akun yang diduga milik para teroris. Dari angka itu, sekitar 34 persen menggunakan Gmail untuk berkomunikasi, lalu ada email terenkripsi Mail2Tor yang digunakan sekitar 21 persen akun, dan Sigaint digunakan 19 persen akun.

Yang menarik, Yahoo Mail juga kerap digunakan para teroris untuk saling berkomunikasi, dengan presentase 12 persen akun yang menggunakannya.

Jika terkait dengan pesan instan, Trend Micro menemukan, sekitar 34 persen akun yang diduga milik teroris lebih suka menggunakan Telegram, sebuah aplikasi pesan instan yang aman dan terenkripsi sehingga sulit bagi pemerintah maupun badan keamanan negara untuk melacak.

Aplikasi serupa yang memiliki keamanan dan enkripsi adalah Signal dan Wickr. Setelah Telegram, WhatsApp yang dimiliki Facebook berada di posisi kedua dengan pangsa penggunaan 15 persen.

Trend Micro juga menemukan jika para teroris sangat suka memanfaatkan platform sosial media dan forum yang mudah diakses, untuk bisa saling berkomunikasi dan menyebar pesan terorisme. Mereka kerap menggunakan kode atau bahasa tertentu yang hanya bisa dimengerti para anggotanya. Trend Micro pun memiliki perbedaan antara kriminal siber dengan teroris.

=========================

SUMBER

Bidang Piranti Keras dan Jaringan

July 06 2015 0

Bidang Piranti Keras dan Jaringan

BIDANG PIRANTI KERAS DAN JARINGAN TUGAS Bidang Piranti Keras dan Jaringan mempunyai tugas menyiapkan bahan…

Bidang Piranti Lunak dan Database

July 06 2015 0

Bidang Piranti Lunak & Database

BIDANG PIRANTI LUNAK DAN DATABASE TUGAS POKOK Bidang Piranti Lunak dan Database mempunyai tugas menyiapkan…

Bidang Pos dan Telekomunikasi

July 06 2015 0

Bidang Pos dan Telekomunikasi

BIDANG POS DAN TELEKOMUNIKASI TUGAS Bidang Pos dan Telekomunikasi mempunyai tugas menyiapkan bahan dan perumusan…

Galeri

dinas
Image Detail Image Download
dinas
Image Detail Image Download

Link Terkait

 

 

 

Alamat

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya

Jl. Arteri Supadio

admin.website@kuburayakab.go.id

Statistik

Users
79573
Articles
25
Articles View Hits
6199

Login