Ragam Berita

Ragam Berita 27

Published in Ragam Berita Written by January 20 2017 0

Jum’at, 20 Januari 2017

diskominfo.kuburayakab.go.id - Ternyata, pengguna internet di seluruh dunia masih belum memahami bagaimana menggunakan password atau kata sandi secara efektif guna melindungi diri mereka saat online. Setidaknya ada tiga kesalahan umum yang sering dilakukan oleh netizen soal password.

Penelitian dari Kaspersky Lab menunjukkan banyak pengguna yang menempatkan keamanan online mereka dengan risiko, sebab netizen membuat password yang buruk. Selain itu, netizen juga dianggap melakukan kesalahan karena memiliki password 'sederhana' yang menimbulkan konsekuensi lebih buruk.

Dari hasil penelitian itu, Kaspersky menemukan tiga kesalahan umum dilakukan netizen yang ceroboh memperhatikan password di internet.

Pertama, pengguna menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Ini berarti, jika password tersebut bocor maka akun lainnya dapat diretas. Kedua, pengguna menggunakan password yang lemah sehingga mudah untuk diretas. Ketiga, pengguna menyimpan password mereka secara tidak aman sehingga menyia-nyiakan pentingnya memiliki password bahkan yang kuat sekalipun.

Head of Consumer Business Kaspersky Lab, Andrei Mochola menuturkan, dengan begitu banyaknya informasi pribadi dan sensitif yang disimpan secara online saat ini maka pengguna harus mengambil langkah keamanan yang lebih baik lagi. Langkah berupa proteksi password yang efektif untuk melindungi diri mereka.

“Ini sebenarnya cukup jelas tetapi sayangnya banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa mereka selalu jatuh ke dalam perangkap pembuatan manajemen password ‘sederhana’ yang salah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis 19 Januari 2017.

Mochola mengatakan, kesalahan-kesalahan tersebut pada gilirannya akan meninggalkan ‘pintu depan’ menuju e-mail, rekening bank, file pribadi dan lainnya terbuka lebar bagi penjahat siber.

Berbagi password

Kaspersky menunjukkan, sejumlah besar pengguna, hampir satu dari lima atau 18 persen, menghadapi upaya peretasan akun. Tapi hanya sedikit yang menerapkan keamanan berupa password efektif dan cerdas siber.

Sebagai contoh, hanya sepertiga atau 30 persen pengguna internet yang membuat password benar-benar baru untuk akun online yang berbeda. Data lainnya yang mengkhawatirkan, satu dari 10 pengguna masih menggunakan password yang sama untuk semua akun online mereka.

Dengan demikian, apabila password tersebut diretas, maka mereka berisiko setiap akun lain miliknya akan diretas dan dieksploitasi.

Kaspersky Lab, netizen tidak menciptakan password yang cukup kuat. Menurut Kaspersky Lab, hampir setengah atau 47 persen, netizen menggunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil pada password mereka dan hanya dua dari tiga atau 64 persen, yang menggunakan campuran huruf dan angka.

Terlepas dari fakta pengguna menyadari betul perbankan online (51 persen), email (39 persen) dan akun belanja online (37 persen), memang membutuhkan password yang kuat.

Penelitian ini menunjukkan, pengguna ‘menganiaya’ password mereka, dengan membagikannya kepada orang lain dan menggunakan metode tidak aman untuk mengingatnya. Hampir sepertiga (28 persen) berbagi password dengan anggota keluarga terdekat, dan satu dari sepuluh (11 persen) berbagi password dengan teman-teman mereka, sehingga memungkinkan secara tidak sengaja password bocor.

Dari lima pengguna, ada lebih dari satu (22 persen) yang mengaku menulis password mereka di notepad untuk membantu mengingatnya. Bahkan jika password tersebut kuat, perilaku ini membuat pengguna rentan karena orang lain dapat melihat dan menggunakannya.

=========================

SUMBER

Published in Ragam Berita Written by January 20 2017 0

Jum’at, 20 Januari 2017

diskominfo.kuburayakab.go.id - Pemerintah terus mendorong agar para peneliti mematenkan hasil riset. Salah satu upaya pemerintah yakni dengan revisi undang-undang paten lama, UU Nomor 14 Tahun 2001 menjadi undang-undang paten baru, yakni UU Nomor 13 Tahun 2016. Norma dalam undang-undang paten lama dianggap sudah jauh berubah dari undang-undang sebelumnya.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhamad Dimyati menjelaskan, dalam UU Paten baru tersebut, paten atau hak cipta kini sudah tidak hanya menjadi milik Perguruan Tinggi (PT) atau institusi saja. Peneliti atau penemu paten punya hak dari paten riset.

“Peneliti juga menikmati nilai ekonomis dari penelitian,” ujar Dimyati saat ditemui di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Kamis 19 Januari 2017.

Dalam UU Nomor 13 Tahun 2016, peneliti atau penemu paten dapat 40 persen dari paten yang dipakai industri, sedangkan perguruan tinggi atau institusi mendapat royalti atau manfaat dari paten sebesar 60 persen.

Selain peneliti menikmati hasil penelitian yang dipatenkan, Dimyati menjelaskan, mereka juga mendapatkan insentif, yakni insentif pengurusan hak paten. Pemeliharaan paten pada lima tahun pertama nol persen dan pada tahun keenam sampai masa habis paten dikenakan 10 persen.

“Mudah-mudahan ini mendorong teman-teman untuk melanjutkan penelitian menjadi paten, menjaga kekayaan intelektual,” ungkap Dimyati.

Dimyati mengakui, memang mengurus paten itu berbelit, tapi pemerintah berkomitmen memudahkan dengan membentuk unit-unit sentra Hak Kekayaan Intelektual di perguruan tinggi. “Itu langkah awal agar teman-teman mau mendaftarkan paten,” ujar Dimyati.

=========================

SUMBER

Published in Ragam Berita Written by December 27 2016 0

Selasa, 27 Desember 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan Proyek Palapa Ring dilaksanakan agar Indonesia memiliki infrastruktur telekomunikasi broadband dan bisa menjadi lebih baik dari negara tetangga. “Saat ini, baru 400 kabupaten kota yang mempunyai akses broadband, ini yang menjadikan Indonesia di ASEAN dari segi infrastruktur TIK masih menduduki posisi ke 4 setelah Singapura, Malaysia dan Thailand,” katanya dalam Seminar Nasional Infrastruktur 2016 di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Menteri Rudiantara menjelaskan Proyek Palapa Ring harus dilaksanakan bekerjasama dengan pihak swasta karena beberapa pertimbangan. “Swasta membangun hanya karena ada bisnis, jika pemerintah ada bisnis ataupun tidak ada bisnis selama secara ekonomis ini available kita harus bangun. Tapi, kalau dibangun oleh Kominfo siapa yang akan menjalankannya nanti, Kominfo hanya sebatas regulator, jadi kita membutuhkan kapasitas kompetensi biaya pengoperasiannya,” jelasnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan swasta dinilai Menteri Kominfo akan menjadi paduan sempurna karena swasta memiliki kelebihan dalam soal bisnis dan pemerintah selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Pemerintah berbeda dimana swasta lebih dilihat dari segi keuangan maupun bisnis, sementara di pemerintahan dilihat dari segi kelayakan ekonomis suatu proyek yang akan dibangun.

Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam Pembangunan Palapa Ring ditegaskan Menteri Kominfo bisa menggunakan Dana dari USO sekitar Rp2 Triliun yang merupakan kewajiban pengembalian untuk memberikan layanan telekomunikasi kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Menurut Rudiantara, pemerintah bekerjasama dengan PT PII menjalankan Proyek Palapa Ring Wilayah Barat dan Tengah saja.  “Wilayah barat dan tengah saja, dimana keseluruhan  dari proyek palapa ring ini sebanyak 514 kabupaten di seluruh Indonesia termasuk wilayah timur,” tuturnya.

=========================

SUMBER

Published in Ragam Berita Written by December 27 2016 0

Selasa, 27 Desember 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Perubahan perilaku dalam bertransaksi melalui online menjadi potensi bagi perkembangan e-commerce Indonesia, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat meningkatkan minimal dua kali lipat omset dengan transaksi online. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika terus mendorong semua pihak di Indonesia memanfaatkan potensi ekonomi digital.

“Data APJII menyebutkan bahwa jumlah transaksi online di Indonesia mencapai 84.2 juta orang. Peningkatan ini membutuhkan jaminan keamanan berinternet agar semakin banyak masyarakat yang melakukan transaksi online,” jelas Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan pada Seminar Ekonomi Islam Nusantara, di JX International Surabaya, Jumat (23/12/2016).

Ditambahkan Semuel, pola bisnis juga ikut mengalami perubahan karena terjadi pergeseran pola transaksi di era digital. “Menarik sekali bahwa 70% transaksi belanja online di Indonesia berasal dari masyarakat di Kabupaten yang kebanyakan tidak memiliki mall,” tambahnya.

Namun hingga saat ini banyak UMKM yang belum memanfaatkan fasilitas internet. Padahal menurut Semuel jika UMKM masuk ke ekonomi digital maka kesempatan untuk meningkatkan omset bisa naik minimal dua kali.

Kementerian Kominfo sendiri berupaya untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia melalui berbagai program di antaranya 1 juta petani dan nelayan Go Digital, 8 juta UMKM Go Digital, Program 1000 Teknopreneur, 1 juta nama domain, dan Palapa Ring.

=========================

SUMBER

Published in Ragam Berita Written by December 19 2016 0

Senin, 19 Desember 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Selama ini pembelajaran teknologi informasi dianggap hanya milik mahasiswa dan berlangsung di perguruan tinggi. “Namun di banyak negara justru dimulai secara intensif dimulai di level SLTP. Oleh karena itu, pendekatan perlu diubah agar terjadi perubahan paradigma bahwa menjadi ahli coding atau programmer bisa dimulai sejak dini. Begitu juga dengan anggapan orang tua bahwa menjadi ahli programmer harus dilakukan oleh level mahasiswa itu salah besar,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam acara Temu Komunitas (calon) Programmer Muda di Jakarta, Minggu (18/12).

Rudiantara juga menjelaskan bahwa programmer adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan, apalagi jika kreatif dimana bisa liat peluang di segala bidang. “Pemerintah saat ini peduli dengan kemajuan anak bangsa. Untuk itu saya juga berharap Coding Smart School ini  dapat mencetak programmer yang terbaik karena selain diajar oleh ahlinya di bidang Start-Up, para pengajar tidak mengambil keuntungan tapi justru para lulusan sekolah ini akan mendapat jaminan tempat kerja yang baik,” kata Rudiantara

Di akhir sambutan Menkominfo berharap bahwa kepada calon programmer muda dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan dari Kominfo akan mengusahakan beasiswa bagi mereka yang pintar khususnya yang double degree.

=========================

Published in Ragam Berita Written by December 19 2016 0

Senin, 19 Desember 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Pemerintah berkomitmen menyiapkan sumberdaya manusia yang kompetitif untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di bidang teknologi informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong kerjasama aktif dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan TIK dan secara bertahap menghasilkan aplikasi TIK yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui Coding Smart School (CoSS) yang diinisiasi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pemerintah menyiapkan calon programmer muda agar mampu bersaing. “Upaya itu dapat dimulai dari pelajar menengah pertama terutama sekolah kejuruan,” tutur Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Septiana Tangkary dalam Acara Temu Komunitas Calon Programmer Muda di Jakarta, Minggu (18/12).

Banyaknya industri kreatif berbasis TIK bisa menjadi peluang bagi generasi yang masih sekolah pertama atau kejuruan. Menurut Septriana Tangkary, hal itu dapat mendorong bangsa berdaulat di bidang teknologi informasi. “Untuk menjadi Programer tidak harus aplikasi yang canggih,” tutur Septriana seraya mengingatkan akan Fahma Waluya usia 9 tahu yang dapat membuat aplikasi belajar untjuk adiknya di telepon seluler. Dan aplikasi itu berhasil membuat Fahma mendapat kontrak dari Nokia Corp dengan nilai Rp1 Miliar per bulan.

Menurut Septriana,  menjadi programmer masih kecil pun sudah dapat menghasilkan uang. Dan kedepan, akan dapat mendorong bangsa Indonesia mandiri di bidang teknologi informasi dan komunikasi.  “Saya berharap untuk peserta jangan ragu untuk mempelajari Teknologi Informasi sejak dini terutama coding, apalagi  menjadi tenaga terampil dan jadikan diri kita yang terhebat  untuk Indonesia lebih baik,” katanya seraya memberikan penghargaan kepada peserta calon programmer muda yang hadir di hari libur untuk mengisi ilmu demi membentuk masa depan.

=========================

Published in Ragam Berita Written by December 19 2016 0

Senin, 19 Desember 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan bahwa dirinya tetap konsisten untuk mengembangkan infrastruktur broadband, bisnis turunan internet dan penyiaran.

“Pada 2015 saya ditanya mau ngapain. Saya selalu bilang broadband, internet, dan penyiaran (BIP-red). Saya konsisten dengan itu!” ungkap Rudiantara saat menyampaikan paparan dalam diskusi bertajuk “Energizing Digital Economy” yang digelar dalam Peringatan HUT ke-5 Indotelko.com, di Jakarta, Kamis (15/12).

Menurut Menkominfo, Indonesia harus mengejar pembangunan infrastruktur dan konektivitas secara fisik agar broadband menjangkau seluruh daerah di Tanah Air, demi meningkatkan posisi Indonesia dalam bidang infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) di ASEAN. “Pemerintah bersama-sama dengan para pemain dan juga pemangku kepentingan memiliki visi untuk meningkatkan posisi Indonesia ke peringkat ke-2 pada tahun 2019 dari saat ini di posisi ke-4,” ujarnya.

Menteri Rudiantara menjelaskan sejauh ini terdapat 114 ibukota daerah yang belum terhubung melalui broadband, sehingga pemerintah mengambil kebijakan kemitraan antara pemerintah dengan swasta (public-private partnership/PPP), termasuk operator untuk membangun broadband. Namun, lanjut dia, pembangunan infrastruktur untuk seluruh daerah tersebut tidak sepenuhnya dibebankan kepada operator telekomunikasi.

Untuk kawasan yang tidak layak secara bisnis bagi operator, dapat dibangun dengan kontribusi operator melalui dana Universal Service Obligation (USO), dimana Pemerintah pemerintah membangun infrastruktur di daerah-daerah tersebut, salah satunya melalui proyek Palapa Ring.

Operator berkomitmen kepada pemerintah di akhir tahun 2018 membangun 57 daerah yang belum terhubung melalui broadband tersebut, sedangkan 57 lainnya dibangun pemerintah, jelas Rudiantara seraya menambahkan, untuk bisnis turunan layanan internet, pemerintah akan fokus pada e-commerce, cyber security, dan government.

Keseriusan pemerintah mengembangkan e-commerce tercermin dari dibuatnya perta jalan (road map) guna membentuk ekosistem dan struktur e-commerce di Indonesia yang saat ini sudah makin pesat, sehingga perlu pedoman agar pertumbuhannya semakin optimal.

Terkait sektor penyiaran, Rudiantara menambahkan bahwa dalam waktu tidak lama lagi akan terjadi migrasi menuju digitalisasi. “Migrasi ke digital tak bisa dihindari di penyiaran. Untuk penyiaran ini saya berfikir ada semacam Universal Service Obligation (USO) agar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini. Dari sekitar Rp11 triliun PNBP sektor telekomunikasi, kontribusi penyiaran masih relatif kecil sekitar Rp100 miliar,” tutur Rudiantara.

=========================

Published in Ragam Berita Written by November 28 2016 0

Senin, 28 November 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang bersama anggota DPRD Kota Singkawang melakukan studi banding ke Kabupaten Kubu Raya, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya.

Studi banding ini difokuskan pada implementasi Perda Pengendalian Menara di Kubu Raya, dan kegiatan ini dilaksanakan di ruangan Media Center, Kantor Bupati Kubu Raya, Jum’at (25/11). Rombongan dari Kota Singkawang tersebut dipimpin oleh Tavib Putra Purba, Ketua Pansus OPD Singkawang, disambut oleh Plt Kadis Kominfo Kubu Raya Drs. Fauzi Kasim didampingi Kabid Pos dan Telekomunikasi M. Ikhsan Sukendar.

=========================

Published in Ragam Berita Written by November 28 2016 0

Senin, 28 November 2016

diskominfo.kuburayakab.go.id - Dalam meningkatkan pengalaman akses video, Telkomsel menggaet layanan video on demand, Hooq dan Viu melalui paket khusus yang dinamakan VideoMAX.

Page 1 of 3

Galeri

dinas
Image Detail Image Download
dinas
Image Detail Image Download

Link Terkait

 

 

 

Alamat

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kubu Raya

Jl. Arteri Supadio

admin.website@kuburayakab.go.id

Statistik

Users
9529
Articles
25
Articles View Hits
4976

Login