Pemkab Kubu Raya Fasilitasi Rapid Tes dan GeNose C-19 Gratis Bagi 3000 Santri Kembali ke Pon-Pes di Jawa


Posted by Administrator - 23 May 2021 11:11

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan akan memfasilitasi Rapid Diagnostic Antigen Tes (RDT-ag) dan testing screening COVID-19 dengan alat GeNose C-19 gratis bagi santri yang akan kembali melanjutkan pendidikannya ke sejumlah pondok pesantren di pulau Jawa pasca libur Idul Fitri 1442 H.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi RDT-ag dan testing GeNose bagi 3000 santri yang akan kembali menimba ilmu di sejumlah pondok pesantren pulau Jawa.

"Sesuai dengan arahan pak Bupati dan berdasarkan surat edaran nomor 442.3.2/Dinkes-C, kami dari Dinkes Kubu Raya akan memfasilitasi pelaksanaan RDT-ag dan testing GeNose bagi para santri yang akan kembali ke pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya yang ada di pulau Jawa, pasca libur lebaran 2021", kata Marijan di ruang kerjanya, Kamis (20/5/2021).

Dia menjelaskan, dalam surat edaran tersebut disebutkan, pemeriksaan RDT-ag dan GeNose ini para santri yang akan mendapatkan pelayanan merupakan warga Kubu Raya, yang dapat di buktikan dengan menunjukkan Kartu Keluarga, KTP atau surat keterangan domisili di Kubu Raya.

"Selain itu, juga harus memiliki kartu santri atau surat keterangan santri yang di keluarkan oleh Pondok Pesantren tempat pendidikan santri," tuturnya.

Marijan menuturkan, untuk pelaksanaan RDT-ag akan dilakukan mulai tanggal 25 Mei mendatang di kantor Dinas Kesehatan Kubu Raya, sedangkan untuk testing GeNose akan dilakukan di Bandara Internasional Supadio. 

"Sampai saat ini, kita sudah memiliki data base tentang jumlah santri, pondok pesantren dan organsiasi keagamaan lainnya, ini akan segera kita sosialisasikan, sehigga pada tanggal 25 Mei nanti, bisa segera kita mulai pelaksanaannya," ujarnya. 

Marijan mengatakan, jika nantinya setelah pemeriksaan terdapat santri yang positif, maka pihaknya akan meminta santri tersebut untuk isolasi mandiri terlebih dahulu, jika kondisinya tidak parah, namun jika menderita sakit, akan kita isolasi di rumah sakit.

"Ini akan tetap kita lakukan, karena kita juga menghindari santri yang akan kembali ke Pondok Pesantrennya menulari santri yang lain, sehingga protap yang ada akan tetap kita laksanakan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan untuk proses pemulangan ribuan santri ke sejumlah pondok pesantren di pulau Jawa ini karena adanya kerja sama antara Pemerintah Kubu Raya dengan Forum Persatuan Pondok Pesantren. Yang mana mereka terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sehingga kita bisa menata langkah proses kepulangan santri itu.

"Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi tugas rutin kita, mengingat pada tahun 2020 lalu, kita lakukan rapid antigen terhadap 2.800 santri dan tahun ini kita kembali lakukan secara gratis dan cuma-cuma, karena langkah ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kita sebab santri-santri itukan anak-anak kita semua yang ingin kembali sekolah ke pondok pesantren di Jawa", jelasnya. 

Muda menambahkan, kepulangan santri ini akan didahulukan dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari tenaga kesehatan Provinsi Kalbar dan Puskesmas tempat santri itu berdomisili dan pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada santri sebagai persiapan untuk pulang.

"Memang mayoritas santri yang belajar di pondok pesantren di Pulau Jawa ini berasal dari Kecamatan Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B namun ada juga yang berasal dari Kecamatan lainnya," katanya.

Menurutnya, selain tes antigen pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan hingga surat jalan. Untuk menghindari jangan sampai para santri ini ditolak dan dipulangkan kembali ke Kubu Raya.

"Pemulangan santri ini menjadi perhatian gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Kabupaten Kubu Raya hingga semua stakeholder terlibat. Kita berharap pemulangan ratusan santri ke tempat mereka belajar bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata Muda.

Ditegaskan Muda, fasilitasi swab antigen gratis yang diberikan oleh Pemkab Kubu Raya berlaku untuk seluruh santri di daerah itu.

"Walaupun 10 ribu santri, tetap akan kita fasilitasi untuk memastikan semua anak santri kita benar-benar dalam keadaan sehat dan bebas COVID-19", tegasnya.

Sumber: RRI Kalbar


285 Views


Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya